Kabau Sirah Berhasil Mencuri Poin di Laga Sengit BRI Super
Kabau Sirah Berhasil Mencuri Poin di Laga Sengit BRI Super League – Pertarungan sengit kembali tersaji dalam lanjutan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia – BRI Super League musim 2025/2026. Pertandingan yang mempertemukan sang raksasa dari Timur, PSM Makassar, melawan tim tamu yang penuh determinasi.
Semen Padang FC, berakhir dengan tensi tinggi di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare.
Duel yang berlangsung pada Senin malam, 2 Februari 2026 ini, menjadi sorotan bagi para pecinta sepak bola tanah air karena drama taktis yang ditampilkan oleh kedua kesebelasan.
Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin biasa. Bagi PSM Makassar, kemenangan adalah harga mati untuk memperbaiki tren negatif mereka yang sempat menelan beberapa kekalahan beruntun. Sementara bagi Semen
Padang, setiap poin di laga tandang bagaikan emas murni untuk menjauhkan diri dari jerat zona degradasi.
Skor akhir 0-0 mungkin terlihat sunyi, namun di balik angka kacamata tersebut, terdapat pertarungan strategi yang sangat melelahkan bagi kedua tim.
Analisis Pertandingan: Strategi Bertahan yang Menjadi Kunci
Sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto, PSM Makassar langsung mengambil inisiatif serangan.
Sebagai tuan rumah, tim berjuluk Juku Eja ini mencoba mendominasi lini tengah dengan mengandalkan kreativitas Daisuke Sakai dan ketangguhan Muhammad Arfan. Namun,
Semen Padang yang datang dengan status kuda hitam ternyata telah menyiapkan skema pertahanan berlapis yang sangat disiplin di bawah arahan pelatih Dejan Antonic.
Babak Pertama: Kebuntuan di Lini Serang
PSM Makassar mendapatkan peluang emas pertamanya di menit-menit awal melalui pergerakan lincah Daisuke Sakai. Pemain asal Jepang tersebut melepaskan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti,
namun sayangnya bola masih menyamping tipis di sisi gawang Rendy Oscario. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan, namun penyelesaian akhir kembali menjadi masalah klasik bagi lini depan Pasukan Ramang.
Semen Padang tidak tinggal diam. Dengan skema serangan balik cepat, mereka sesekali merepotkan barisan pertahanan
PSM yang dikawal oleh Yuran Fernandes. Penyerang asing mereka, Guillermo Fernandez, sempat mengancam gawang
Reza Arya Pratama melalui sundulan tajam di menit ke-22, namun kiper andalan PSM tersebut masih cukup sigap mengamankan bola. Hingga jeda turun minum, skor tetap tidak berubah, memberikan sinyal bahwa babak kedua akan berjalan jauh lebih intens.
Babak Kedua: Dominasi Penguasaan Bola vs Disiplin Taktis
Memasuki paruh kedua, statistik mencatat sebuah anomali yang cukup menarik. Meskipun bertindak sebagai tim tamu, Semen Padang justru menunjukkan kepercayaan diri tinggi dalam menguasai bola.
Penguasaan bola mereka sempat menyentuh angka yang cukup signifikan, memaksa PSM Makassar untuk bermain lebih menunggu dan mengandalkan serangan balik.
Pelatih PSM mencoba melakukan penyegaran dengan memasukkan penyerang anyar, Luka Cumic, pada menit ke-75. Masuknya Cumic diharapkan menjadi pemecah kebuntuan, mengingat daya gedor PSM yang mulai tumpul.
Namun, duet bek tengah Semen Padang, Jaime Giraldo dan Angelo Meneses, tampil bak tembok kokoh yang sangat sulit ditembus. Setiap umpan silang dan terobosan yang dibangun oleh anak-anak Makassar selalu berhasil dipatahkan sebelum masuk ke area berbahaya.
Menjelang akhir laga, PSM Makassar mendapatkan kesempatan terakhir melalui skema tendangan sudut.
Yuran Fernandes, yang maju membantu serangan, hampir saja mencetak gol kemenangan jika sundulannya tidak meleset tipis dari mistar gawang. Skor imbang tanpa gol pun menutup pertandingan ini, memberikan satu poin yang sangat disyukuri oleh kubu tamu.
Dampak Hasil Pertandingan Terhadap Klasemen BRI Super League
Hasil imbang ini memberikan dampak yang beragam bagi kedua tim di papan klasemen sementara BRI Super League.
PSM Makassar: Tertahan di peringkat ke-13 dengan total 20 poin dari 19 pertandingan. Bagi tim sekelas Juku Eja, posisi ini tentu belum memuaskan manajemen dan suporter setianya, The Macz Man. Mereka harus segera berbenah sebelum posisi mereka semakin melorot ke papan bawah.
Semen Padang: Tambahan satu poin membawa tim berjuluk Kabau Sirah ini mengoleksi 12 poin dan menempati posisi ke-16. Meski masih berada di zona merah, hasil ini memberikan suntikan moral yang besar karena mereka mampu menahan imbang tim kuat di kandangnya sendiri.
Evaluasi Tim: Apa yang Perlu Diperbaiki?
Melihat jalannya pertandingan selama 90 menit penuh, ada beberapa poin penting yang harus menjadi catatan bagi kedua tim untuk menghadapi pekan-pekan selanjutnya di Liga Indonesia.
Persoalan Efektivitas PSM Makassar
Sangat jelas terlihat bahwa PSM Makassar memiliki masalah dalam mengonversi peluang menjadi gol. Statistik menunjukkan mereka mampu melepaskan lebih dari tujuh tembakan,
namun tidak ada satupun yang benar-benar menguji kiper lawan secara serius (shot on target). Ketergantungan pada bola-bola mati atau set piece harus dikurangi dengan lebih banyak variasi serangan dari lini tengah.
Kedewasaan Bermain Semen Padang
Pujian patut diberikan kepada Semen Padang FC. Bermain di hadapan pendukung lawan tidak membuat mental mereka ciut. Kedewasaan dalam menjaga ritme permainan dan disiplin menjaga jarak antar lini membuat serangan
PSM sering kali menemui jalan buntu. Jika konsistensi pertahanan ini bisa dipertahankan dan tajamnya lini depan ditingkatkan, bukan tidak mungkin Semen Padang akan segera keluar dari zona degradasi.
Menatap Laga Selanjutnya
Perjalanan di BRI Super League musim 2025/2026 masih sangat panjang. PSM Makassar dijadwalkan akan melakoni laga tandang yang tak kalah berat, sementara
Semen Padang akan kembali ke GOR Haji Agus Salim untuk menjamu tamu berikutnya. Dukungan suporter dan evaluasi teknis dari pelatih akan menjadi kunci apakah kedua tim ini bisa memenuhi target mereka di akhir musim nanti.
Sepak bola Indonesia memang penuh kejutan. Skor 0-0 antara PSM Makassar vs Semen
Padang adalah bukti nyata bahwa persaingan di BRI Super League semakin kompetitif. Tidak ada lagi tim yang dianggap lemah, karena setiap kontestan memiliki ambisi besar untuk membuktikan diri di lapangan hijau.
Statistik Pertandingan Utama:
Skor Akhir: 0-0
Penguasaan Bola: PSM (32%) – Semen Padang (68%)
Total Tembakan: PSM (7) – Semen Padang (4)
Kartu Kuning: Terdapat beberapa peringatan untuk kedua tim akibat tensi tinggi.
Man of the Match: Lini pertahanan Semen Padang secara kolektif.
Dunia sepak bola tanah air akan terus menantikan kelanjutan dari kompetisi ini. Bagi para penggemar setia, pastikan untuk terus mengawal tim kebanggaan Anda di setiap laga BRI Super League yang penuh dengan drama dan emosi ini.